A. Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Asuransi adalah slah satu hal yang sangat penting di dunia ini, apalagi semakin hari dunia semakin dalam keadaan yang kurang aman. Oleh sebab itu, semua orang pasti butuh asuransi. Tetapi sebenarnya, apa itu asuransi ? ada beberapa pengertian dari para ahli yang mencoba menjelaskan apa itu akuntansi .

1. Abbas Salin A (1989 : 33)

Abbas Salim menyatakan bahwa Asuransi dalam ekonomi adalah “pengumpulan sumbangan dari mereka dalam hal terjadi sesuatu peristiwa tertentu mudah menguasai suatu jumlah yang diinginkan kepada seseorang di antara mereka kepada siapa kemungkinan terjadinya peristiwa itu.”

2. Drs. A. Hasymi Ali (1995,170)

Drs. A. Hasymi menyatakan bahwa Asuransi adalah “suatu alat sosial yang menggabungkan resiko – resiko individu ke dalam suatu kelompok dan menggunakan dana yang disumbangkan oleh anggota – anggota kelompok itu untuk membayar kerugian – kerugian. “

3. Subekti R. dan Tjipto Sudibyo (1992 : 43)

Subekti R. dan Tjipto Sudibyo menyatakan bahwa Asuransi adalah “persetujuan dalam mana pihak yang menjamin berjanji pada pihak yang dijamin untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti kerugian yang diderita oleh yang dijamin, karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas terjadi.”

4. Sri Rejeki (1992 : 51)

Sri Rejeki meninjau dari segi hukum ekonomi dan menyatakan bahwa Asuransi adalah “perlindungan, dengan demikian diadakan antara pihak swasta, dalam mana dinyatakan dengan jelas membayar sejumlah premi pihak tertentu (yang diasuransikan), maka pihak lain (asurander) menyetujui untuk memberikan bilamana ia mengalami kerugian.”

5. Diklat Pendidikan Dinas Luar (1982 : 23)

Pada Diklat Pendidikan Dinas Luar, dijelaskan bahwa Asuransi adalah “suatu cara pemindahan risiko dari suatu pihak yang lain dengan premi sebagai ikatannya.”

6. Emmy Pangaribuan (1990 : 28)

Emmy Pangaribuan menyatakan bahwa Asuransi adalah “suatu perjanjian, dimana pihak penanggung dengan menikmati suatu premi mengingat dirinya terhadap tertanggung untuk membebaskan diri dari kerugian karena kehilangan atau ketiadaan keuntungan yang diharapkan.”

7. Undang – Undang no. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian

Menurut Undang – Undang no. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian menyatakan bahwa Asuransi (Pertanggungan) adalah “perjanjian antara dua pihak atau lebih yang pihak penanggungnya mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan pertanggung kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita si tertanggung, yang timbul akibat suatu perisitiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.”

Berdasarkan pengertian – pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Asuransi adalah suatu perjanjian yang melibatkan pihak penanggung dan pihak tertanggung untuk memindahkan resiko yang dialami oleh penerima jaminan dengan uang premi yang diberikan oleh pemberi jaminan.

 

B. Unsur dan Manfaat Asuransi

a. Unsur – Unsur Asuransi

Asuransi pun memiliki unsur – unsur sebagai berikut :

1. Pihak Penanggung (Insure)

Pihak penanggung adalah pihak yang berkomitmen akan membayar sejumlah uang kepada pihak tertanggung, secara berangsur atau secara sekaligus jika terjadi sesuatu yang mengandung unsur yang tidak tentu.

2. Pihak Tertanggung (Insured)

Pihak tertanggung adalah pihak yan g berkomitmen untuk membayar uang premi kepada pihak penanggung, secara berangsur ataupun secara sekaligus.

3. Peristiwa (Accident)

Peristiwa yang dimaksud dalam konteks ini adalah suatu kejadian yang tidak tentu ataupun tidak diketahui sebelumnya.

4. Kepentingan (Intereset)

Kepentingan yang dimaksud dalam konteks ini yang mungkin akan mengalami kerugian karena peristiwa yang tidak tentu.

 

b. Manfaat Asuransi

Asuransi pun pastinya memiliki manfaat yang sangat diperlukan oleh orang – orang yang memerlukannya. Manfaat – manfaat asuransi yag dikemukakan oleh Drs. Herman Darmawi (2000, 4) adalah sebagai berikut :

1.  Asuransi sebagai Sumber Dana Investasi

Perasuransian adalah salah satu lembaga keuangan non bank yang bekerja menghimpun dana dari masyarakat yang sebenarnya adalah sumber dana investasi yang diperlukan untuk pembangunann ekonomi sehingga pembangunan ekonomi bisa dilakukan.

2.  Asuransi Dapat Mengurang Kekhawatiran

Dengan asuransi, seseorang bisa lebih merasa terjamin jika suatu saat mereka mengalami kerugian yang tidak diinginkan. Karena dengan membayar uang premi, mereka secara otomatis telah terbebas dari rasa kekhawatiran karena jika mereka mengalami suatu kerugian, maka kerugian itu akan ditanggung bersama dengan kelompok yang terlibat di dalamnya, jadi bisa dikatakan saling membantu antar sesama yang termasuk kelompok di dalamnya.

3. Asuransi Menjamin Kestabilan Perusahaan

Di zaman sekarang, perusahaan – perusahaan sudah menyediakan polis untuk karyawan – karyawan tertentu dengan cara perusahaan membayar premi yang dtelah ditetapkan oleh perusahaaan asuransi secara berangsur ataupun sekaligus. Dengan ini, kestabilan perusahaan akan lebih terjamin karena adanya jaminan dari perusahaan asuransi kepada karyawan perusahaan tersebut.

4. Asuransi Dapat Menyediakan Layanan Profesional

Dengan adanya perkembangan pesat dalam dunia perteknologian, ini juga berdampak pada layanan yang diberikan oleh perusahaan asuransi sehingga layanan mereka bisa lebih professional dan lebih bisa menjalankan operasinya dengan lebih baik dan efesien.

5.  Asuransi Membantu Pemeliharaaan Kesehatan

Dengan adanya kampanye yang dilakukan perusahaan asuransi jiwa kepada masyarakat pemegang polis bisa lebih menyadarkan mengenai pentingnya kesehatan sehingga masyarakat pun akan lebih memelihara kesehatannya.

6. Asuransi Melindungi Resiko Investasi

Dengan adanya jaminan perlindungan dari resiko investasi, maka pengusaha – pengusaha tentunya akan merasa lebih terjamin dan bisa lebih mengelurakan ide – ide kreatif dan inovasinya untuk mengembangkan perusahaannya tanpa takut akan adanya resiko karena asuransi yang akan menanggungnya.

7. Asuransi untuk Melengkapi Persyaratan Kredit

Dengan perusahaan mengasuransikan usahanya, maka ini akan lebih menambah daya tarik untuk kreditor member kreditnya pada perusahaan ini karna kreditor pun secara langsung ataupun tidak langsung merasa terjamin karena jika suatu saat terjadi kerugian yang tidak diinginkan, maka kreditor pun masih mendapat haknya karena adanya asuransi ini. Dan kreditor pun akan lebih memilih perusahaan yang sudah mengasuransikan usahanya untuk bekerja sama daripata perusahaan yang tidak mengasuransikan usahanya.

8. Asuransi Mengurangi Biaya Modal

Dengan adanya asuransi, maka baiay modal yang terlalu tinggi pun dapat dikurangi karena asuransi itu sendiri mempunyai kemampuan mengurangi biaya modal yang tinggi.

9. Asuransi Dapat Meratakan Keuntungan

Dengan menentukan biaya biaya “kebetulan” yang mungkin akan dialami pada masa yang akan datang melalui program asuransi, pihak perusahaan tentunya akan melakukan pertimbangan atau perhitungan dari biaya tersebut sebagai salah satu elemen dari total biaya yang akan dikalkulasikan pada biaya produk yang akan dijual perusahaan tersebut. Dengan demikian, asuransi dapat dikatakan mampu meratakan jumlah keuntungan yang dapat diperoleh perusahaan tersebut dari tahun ke tahun.

10. Asuransi Mendorong Usaha Pencegahan Kerugian

Perusahaan – perusahaan asuransi banyak melakukan usaha yang bersifat mendorong perusahaan tertanggung untuk melindungi usaha mereka dari bahaya yang dapat menyebabkan kerugian  yang sewaktu – waktu dapat terjadi tanpa diprediksi. Oleh sebab itu, perusahaan pun lebih termotivasi untuk menghilangkan atau menimimalisasi kemungkinan – kemungkinan yang dapat menimbulkan kerugian di masa yang akan datang.

C. Jenis – Jenis Asuransi

Dengan pertumbuhan asuransi yang cukup signifikan, maka jenis – jenis asuransi pun bertambah banyak. Menurut Djojosoedarso (2003 : 74-75), jenis – jensi asuransi dapat dibedakan dari ebebrapa segi, yaitu :Ada beberapa pengklasifikasian asuransi. di antaranya adalah :

1. Asuransi dari Segi Sifatnya

Jika dilihat dari sifatnya, maka asuransi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :

a. Asuransi Sosial atau Asuransi Wajib

Sesuai dengan namanya, asuransi sosial atau asuransi wajib bersifat memkasa, yang artinya setiap warga Negara dengan syarat tertentu wajib mengikuti asuransi ini. Asuransi ini biasanya diusahakan oleh Pemerintah atau Badan Usaha Milik Negara.

b. Asuransi Sukarela

Berbeda dengan asuransi sosial atau asuransi wajib, asuransi sukarela tidak bersifat memaksa. Jadi terserah dari setiap orang ingin ikut atau tidak dalam asuransi ini. Biasanya asuransi ini diselenggaraan oleh pihak swasta, walaupun terkadang ada pihak pemerintah juga yang mengadakannya.

2. Asuransi dari Segi Jenis Obyeknya

Jika dilihat dari segi jenis obyeknya, asuransi dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :

a. Asuransi Orang

Asuransi orang adalah asuransi dimana yang menjadi objek pertanggungannya adalah manusia. Asuransi orang meliputi asuransi  kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi beasiswa, asuransi hari tua, asuransi kesehatan, dan lain sebagainya,

b. Asuransi Umum atau Asuransi Kerugian

Asuransi umum atau asuransi kerugian merupakan asuransi dimana yang menjadi obyek pertanggungannya adalah hak / harta, usaha, ataupun barang yang dimiliki anggotanya. Asuransi umum antara lain mencakup asuransi kendaraaan bermotor, asuransi kebakaran, asuransi penerbangan, asuransi kebakaran, dan lain sebagainya.

Jika dilihat dari perkembangannya di Indonesia, ada berbagai jenis asuransi, di antaranya adalah :

1. Asuransi Kerugian

Asuransi kerugian adalah asuransi yang memberikan penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hokum kepada pihak ketiga dari suatu kejadian yang tidak pasti. Yang termasuk ke dalam asuransi kerugian di antaranya :

2. Asuransi Kebakaran

Asuransi kebakaran adalah asuransi yang menanggulangi resiko kerugian atau kerusakan atas hata benda yang disebabkan karena kebakaran. Perlindungan bagi rumah, kantor, gudang, hotel, atau bangunan lainnya dari resiko kebakaran, halilintar, ledakan, serta kecelakaan pesawat.

3. Asuransi pengangkutan

Alat pengangkut barang, baik itu melalui laut, darat, maupun  udara tentunya memiliki resiko yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena jika ini dibiarkan, tentunya aka nada kerugian financial yang cukup signifikan. Untuk itu perlu adanya asuransi pengangkutan sehingga resiko – resiko ini bisa ditanggulangi.

4. Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatam adalah asuransi yang diberikan saat kita mengalami sakit atau untuk memberikan jaminan jika suatu saat kita mengalami sakit akrena resiko pekerjaan. Dengan adanya asuransi ini, maka biaya rumah sakit atau rawat inap bisa sedikit mengurangi beban kita.

5. Asuransi Pendidikan

Asuransi Pendidikan adalah asuransi yang dapat membantu meringankan biaya pendidikan putera dan puteri kita di masa yang akan datang karena seperti yang kita ketahui, biaya pendidikan tiap tahun pasti akan semakin membengkak. Oleh karena itu, sangat diperlukan asuransi ini untuk masa depan putera dan puteri yang akan memasuki jenjang pendidikan.

6. Asuransi Properti dan Kendaraan

Karena kebanyakan masyrakat Indonesia saat ini berada pada tingkat menengah ke bawah, maka asuransi ini sangat diperlukan sehingga rumah ataupun kendaraan kita bisa lebih terjamin akan kerusakan ataupun kehilangan yang kita tidak bisa prediksi.

7. Asuransi Kredit

Di dalam asuransi kredit, pihak yang menjadi tertanggung adalah pemberi kredit (bank atau lembaga keuangan) sementara yang ditanggung oleh penanggung adalah resiko kredit.

8. Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa adalah asuransi yang memberikan perlindungan kepada keluarga dari pemegang asuransi ini jika seandainya suatu saat nanti pemegang asuransi ini meninggal. Asuransi ini juga bisa mengatasi masalah – masalah financial yang mungkin harus diselesaikan dari keluarga pemegang asuransi ini. Secara umum, asuransi jiwa dibagi menjadi dua, yaitu :

a.  Asuransi Jiwa Term Life

Asuransi jiwa term life adalah jenis asuransi jiwa yang mempunyai jangka waktu tertentu, misalkan 1.5 tahun atau 10 tahun. Tetapi, uang setoran premi akan hangus di akhir periode. Selain itu, nilai uang pertanggungannya jauh lebih besar.

b. Asuransi Jiwa Whole Life

Asuransi jiwa whole life merupakan jenis asuransi yang mempunyai masa perlindungan seumur hidup. Biasanya, uamg preminya lebih mahal dibandingkan dengan term life. Asuransi ini biasanya mempunyai nilai tunai yang akan dibayarkan kepada kita jika si tertanggung tidak meninggal dalam masa kontrak. Akan tetapi, nilai uang pertanggungan asuransinya lebih kecil dari term life.

9. Reasuransi

Pertanggungan ulang seluruh ataupun sebagian resiko dan perusahaan asuransi kepada perusahaan lainnya berdasarkan perjanjian, Jenis asuransi ini digolongkan ke dalam :

  • Bentuk Facultatife
  • Bentuk Treaty
  • Gabungan dari keduanya

Sumber :

  1. http://infoasuransi24.blogspot.com/2012/02/pengertian-asuransi-dan-definisi.html
  2. http://www.fileskripsi.com/2012/12/pengertian-asuransi-menurut-undang_11.html
  3. http://rhestisyahdania.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-asuransi.html
  4. http://wiarsih.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-asuransi.html
  5. http://lutfiawulandari.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-asuransi.html
  6. http://bengkuluekspress.com/wp-content/uploads/2013/01/asuransi.png
  7. http://1.bp.blogspot.com/-v2KykCAb_jA/UIpiHxuxoMI/AAAAAAAAAZs/fjsf3TbT1oY/s1600/asuransi1.jpg
  8. http://chiropracticcareobx.com/blog/wp-content/uploads/2010/02/insurance1.jpg