Di postingan sebelumnya, kita sudah membahas mengenai lembaga keuangan. Klasifikasinya pun sudah dijabarkan. Kali ini, kita akan membahas salah satu contoh lembaga keuangan yang sangat terkenal, yang pasti semua orang tahu, yaitu Bank. Mungkin, sebagian besar orang hanya tahu kalau bank adalah tempat untuk menyimpan uang. Tapi sebenarnya, apa pengertian Bank sebenarnya ?

A. Pengertian Bank

Ternyata, ada beberapa pengertian bank menurut para ahli, di antaranya adalah :

1. Menurut Thomas Suyatno

Bank adalah “Lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang”.

2. Menurut Very Stuart

Bank adalah “Suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan memperederkan alat-alat penukar baru berupa uang giral” .

 3. Menurut A. Abdurahman

Bank adalah “Suatu lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasan terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha-usaha perusahaan”.

4. Menurut Kuncoro dalam bukunya Manajemen Perbankan, Teori dan Aplikasi (2002: 68)

Bank adalah “Lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang”.

 5. Menurut Kamus Perbankan yang disusun oleh tim penyusun Kamus Perbankan Indonesia

Bank adalah “Suatu badan usaha dibidang keuangan yang menarik uang dari dan menyalurkan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang”.

6. Menurut undang-undang perbankan No.10 tahun 1998

Bank adalah “Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa bank adalah salah satu lembaga keuangan yang menarik uang dari masyarakat atau nasabahnya dengan tujuan memberikan kredit kepada masyarakat yang membutuhkan demi kelancaran perekonomian bangsa dan kemakmuran bersama.

B. Fungsi Bank

Secara umum, funsi bank adalah menarik dana dari masyarakat atau nasabahnya, dan menyalurkan kepada yang membutuhkan, tetapi secara spesifik, funsi bank ada tiga, yaitu :

1. Agent of Trust

Yang dimaksudkan dengan ini yaitu bank adalah suaru lembaga keuangan yang memegang teguh prinsip kepercayaan. Semua masyarakat yang menyimpan uangnya di bank tentunya karena rasa kepercayaan itu sendiri. Mereka menganggap bahwa bank adalah lembaga yang bisa dipercaya. Oleh karena itu, bank harus menjaga kepercayaan dari nasabahnya karena jika bank tidak bisa memegang kepercayaan nasabahnya, maka para nasabah akan menarik uangnya dari bank sehingga bukan tidak mungkin suatu bank akan bangkrut karena rasa kepercayaan masyarakat terhadap bank menjadi tidak ada.

2. Agent of Development

Yang dimaksudkan dengan ini yaitu bank adalah suatu lembaga keuangan yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Dengan adanya bank, masyarakat pun jadi mempunyai keinginan dan kemauan untuk melakukan kegiatan investasi, distribusi, maupun jasa komunikasi barang dan jasa yang semuanya berkaitan dengan penggunaaan uang sehingga jika semuanya lancer, maka pembangunan perekonomian masyarakatpun akan menjadi lebih baik dan lebih meningkat dibandingkan sebelumnya.

3. Agent of Services

Yang dimaksudkan dengan ini adalah bank sebagai lembaga keuangan, memberikan jasa pelayanan perbankan bagi masyarakat khususnya nasabahnya yang mempunyai kaitan yang erat dengan kegiatan perekonomian masyarakat secara umum, seperti pemberian jaminan bank, pengiriman uang, penerimaan uang dari kiriman orang lain yang berlokasi jauh dan tidak memungkinkan untuk menyerahkan langsung kepada seseorang, penitipan barang berharga, dan lain – lain.

Secara umum, bank pun memiliki beberapa fungsi vital, yaitu :

1. Penghimpun Dana Simpanan Masyarakat

Dana yang paling banyak dikumpulkan oleh bank adalah dana berupa simpanan. Bank memiliki kemampuan menghimpun dana simpanan yang paling tinggi dibandingkan lembaga – lembaga yang lainnya. Bank menghimpun dana simpanan masyarakat untuk diberikan atau disalurkan kepada pihak – pihak yang membutuhkan dana tersebut, entah untuk menambah modal dalam pembangunan usaha, atau lain sebagainya. Di Indonesia sendiri, yang termasuk dana simpanan masyarakat adalah giro, deposito berjamgka, sertifikat deposito, tabungan, dan lain sebagainya yang bentuknya dapat disamakan dengan itu.

2. Penyimpanan Barang – barang Berharga

Sebenarnya, jasa awal yang disediakan oleh bank adalah penyimpanan barang – barang berharga masyarakat dengan menyewakan suatu kotak untuk menyimpan  barang – barang tersebut yang disebut dengan safety box atau safe deposit box. Seiring dengan perkembangan perekonomian yang semakin pesat, maka tidak hanya barang – barang berharga saja tetapi bank pun memberikan jasa dalam penyimpanan surat – surat berharga.

3. Penciptaan Uang

Bank umum menciptakan uang yang disebut dengan uang giral yaitu alat pembayaran yang prosesnya melalui proses kliring atau melewati mekanisme pemindahbukuan. Bank sentral dapat mempengaruhi volume jumlah uang beredar, entah itu memperbanyak atau mengurangi dengan cara mempengaruhi bank umu dalam mennciptakan uang giral.

4. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran

Tidak setiap saat masyarakat membawa uang kertas. Apalagi jika jumlah uangnya sangat besar sehinggan jika membawa uang kertas, tentunya akan sangat rumit dan tidak aman. Oleh sebab itu, bank memberikan jasa yang membantu kelancaran mekanisme pembayaran seperti transfer, kliring, penggunaan kartu kredit, pembayaran secara tunai atau kedit, dan lain sebagainya.

5. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Seperti ungkapan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang mebutuhkan manusia lain dan tidak bisa hidup sendiri, seperti itu pula Negara. Adakalanya Negara melakukan transaksi dengan Negara lain untuk kepentingan Negara tersebut. Tapi masalah jarak, perbadaan waktu dan lainnya sering menjadi kendala dalam lancarnya transaksi ini. Oleh sebab itu, dengan adanya bank apalagi bank yang berskala internasional, sangat membudahkan terjadinya transaksi antar Negara sehingga Negara satu dengan Negara yang lain dapat bekerja sama dan saling membantu tanpa harus memikirkan jarak yang jauh serta perbedaan waktunya. Selain itu, dengan adanya bank berskala internasional, proses transaksi pun akan berjalan dengan lebih cepat tanpa waktu yang lama.

6. Pemberian Jasa – Jasa Lainnya

Bank pun tidak hanya bertugas sebagai tempat menabung saja seperti yang diketahui oleh orang – orang yang masih awam dengan bank. Bank juga bisa dijadikan tempat kita membayar listrik, membayar tagihan rekening telepon, membayar gaji pegawai perusahaan, dan jasa – jasa lainnya selama masih dapat dijangkau oleh bank tersebut.

C. Jenis Bank

Dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang – Undang Nomor 10 Tahun 1998, dalam pasal 5 Bab III mengenai Jenis dan Usaha Bank, Bank pun dibagi menajdi dua jenis, yaitu :

1. Bank Umum

Bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan/atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2. Bank Perkreditan Rakyat

Bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional dan/atau cerdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran.

D. Usaha Bank Umum

Sesuai dengan UU No. 10 Tahun 1998 pada Bagian Kedua mengenai Usaha Bank Umum pasal 6 menyatakan bahwa usaha – usaha yang dilakukan oleh Bank Umum adalah sebagai berikut :

a. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu

b. memberikan kredit

c. menerbitkan surat pengakuan hutang

d. membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya :

  1. surat-surat wesel termasuk wesel yang diakseptasi oleh bank yang masa berlakunya tidak lebih lama daripada kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud
  2. surat pengakuan hutang dan kertas dagang lainnya yang masa berlakunya tidak lebih lama dari kebiasaan dalam perdagangan surat-surat dimaksud
  3. kertas perbendaharaan negara dan surat jaminan pemerintah
  4. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  5. Obligasi
  6. surat dagang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun
  7. instrumen surat berharga lain yang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun

e. memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah

f. menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana kepada bank lain, baik dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi maupun dengan wesel unjuk, cek atau sarana lainnya

g. menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga

h. menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga

i. melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak

j. melakukan penempatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek

k. melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit dan kegiatan wali amanat

l.    menyediakan pembiayaan dan atau melakukan kegiatan lain berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia

m. melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank sepanjang tidak bertentangan dengan undang-undang ini dan peraturan perundang-undangan yang berlaku

E. Usaha Bank Perkreditan Rakyat

Sesuai dengan UU No. 10 Tahun 1998 pada Bagian Ketiga mengenai Usaha Bank Perkreditan Rakyat Pasal 13 menyatakan bahwa usaha – usaha yang dilakukan oleh Bank Perkreditan Rakyat adalah sebagai berikut :

a. menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu

b. memberikan kredit

c.   menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan Prinsip Syariah, sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia

d. menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan/atau tabungan pada bank lain

 

F. Klasifikasi Bank

Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan Bank, diantaranya adalah sebagai berikut :

a.  Berdasarkan Fungsi

Berdasarkan fungsinya, bank diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :

1. Bank Sentral

Bank Sentral adalah bank yang mempunyai tugas mengatur peredaran jumlah uang beredar, megatur perkreditan, mengatur perbankan, menjaga stabilitas mata uang, mengajukan pencetakan ataupun penambahan mata uang, mengatur pengerahan dana – dana, dan lain sebagainya dimana bank ini berdiri berdasarkan Undang – Undang Nomor 13 Tahun 1968 yang hanya ada satu sebagai pusat dari semua bank yang ada di Negara Indonesia yaitu Bank Indonesia.

2. Bank Umum atau Bank Komersial

Bank Umum atau Bank Komersial adalah bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara koncensional ataupun dengan menggunakan prinsip syariah yang di dalam kegiatan operasinya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

b.  Berdasarkan Kepemilikan

Berdasarkan kepemilikannya, bank diklasifikasikan menjadi lima, yaitu :

1.Bank Milik Negara

Sesuai namanya, bank milik Negara adalah bank dimana seluruh sahamnya dimiliki dan dikuasai oleh pemerintah. Pada tahun 1999, muncullah Bank pemerintah yang baru yang dinamakan Bank Mandiri, yang merupakan penggabungan dari bank – bank pemerintah yang sudah ada terlebih dahulu.

2. Bank Pemerintah Daerah

Jika Bank Milik Negara sahamnya dimiliki oleh Negara, maka Bank Pemerintah Daerah adalah bank dimana seluruh sahamnya dimiliki oleh pemerintah daerah. Bank ini lahir berdasarkan Undang – Undang No. 13 Tahun 1962 yang mempunyai nama lain atau lebih dikenal dengan nama Bank Pembangunan Daerah.

3. Bank Swasta Nasional

Bank Swasta Nasional adalah bank dimana sebagian besar modalnya adalah milik swasta nasional Indonesia. Bentuk hokum Bank Swasta Nasional adalah Perseroan Terbatas atau biasa disingkat dengan sebutan PT, dimana salah satu yang termasuk di dalamnya adalah Bank BUKOPIN (Bank Umum Koperasi Indonesia) yang merubah bentuk hukumnya menjadi PT pada tahun 1993.

4.Bank Swasta Asing

Bank Swasta Asing adalah bank umum swasta luar yang merupakan cabang daei induknya yang berada di Negara asal dari bank tersebut. Selain itu, modalnya pun dimiliki oleh swasta asing.

5. Bank Umum Campuran

Bank Umum Campuran atau dalam bahasa inggrisnya disebut Joint Venture Bank adalah bank yang bank yang didirikan oleh satu atau lebih bank umum yang berdomisili di Indonesia, didirikan oleh warga Negara Indonesia atau Badan Hukum Indonesia yang secara total dimiliki oleh warga Negara Indonesia,  dimana satu atau lebih bank yang berdomisili di luar Indonesia atau Negara asalnya.

c.  Berdasarkan Penyediaan Jasa

Berdasarkan penyediaan jasanya, bank dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :

1. Bank Devisa

Bank Devisa atau yang dalam bahasa inggrisnya disebut Foreign Exchange Bank adalah bank yang dapat melayani transaksi – transaksi yang mempunyai skala internasional secara langsung karena bank ini dapat melakukan transaksi dalam valuta asing, seperti menghimpun dan menyalurkan dana dengan valuta asing, serta dalam pemberian jasa – jasa keuangannya.

2. Bank Non Devisa

Bank Non Devisa adalah bank yang hanya dapat melakukan transaksi yang bersifat dan mecakup wilayah domestik saja. Tetapi, tidak menutup kemungkinan bank dengan status non devisa ini berubah statusnya menjadi bank devisa dengan beberapa persyaratan tertentu, di antaranya harus memiliki tenaga kerja yang mempunyai pengalaman dalam valuta asing, volume usaha bank tersebut mencapai syarat minimal dalam jumlah tertentu, dan lain sebagainya.

d.  Berdasarkan Cara Menentukan Harga

Berdasarkan cara menentukan harga, bank dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :

1. Bank Konvensional

Bank Konvensional adalah bank dimana bank ini menetapkan tingkat suku bunga tertentu dalam kegiatannya, baik untuk dana yang ditarik dari masyarakat maupun dana yangv akan disalurkan kepada pihak – pihak yang membutuhkan.

2. Bank Syariah

Kebalikan dengan Bank Konvensional, bank syariah adalah bank yang tidak menetapkan tingkat suku bunga tertentu tetapi bank ini lebih mengedepankan dan mengutamakan serta mendasarkan pada prinsip – prinsip syariah.

Sumber :

  1. UU BI.pdf
  2. http://pandusamamaya.wordpress.com/2012/03/26/tugas-1-1-pengertian-bank-klasifikasi-tugas-fungsi-serta-kegiatan-pada-bank/
  3. https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:tLIjWixzRFAJ:elib.unikom.ac.id/download.php%3Fid%3D23708+&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESjv9KDXkdUxhiIMhdROUHE-BKnM9Lgcp8KWvUyHr9DF7eiOnOdSxaQqEL0UY_kGi6gCc44Qf78wpZgGHtZyYxrq-TmVscB2Su4Iu2hG_v709667hapuYOutLwTczqVqaXOMKAFK&sig=AHIEtbSmclYWNLfTqL1p43dpb1Urn1jfRg
  4. http://galih147.wordpress.com/2011/03/06/pengertian-bank-klasifikasinya/
  5. http://www.google.com/imgres?num=10&hl=en&sa=G&tbo=d&biw=1366&bih=667&tbm=isch&tbnid=2jHHrLOicBHfLM:&imgrefurl=http://thetrustadvisor.com/headlines/zombie-bank&docid=Rg26TRBVor9PqM&imgurl=http://thetrustadvisor.com/wp-content/uploads/2012/08/Bank.jpg&w=494&h=480&ei=NkAFUZCXD4G8rAezjICYBA&zoom=1&iact=rc&dur=3&sig=103252599043134659410&page=1&tbnh=144&tbnw=148&start=0&ndsp=18&ved=1t:429,r:1,s:0,i:140&tx=287&ty=272
  6. http://tiosijimbo.wordpress.com/2011/03/19/pengertian-klasifikasi-bank/
  7. http://kadandia.blogspot.com/2012/03/klasifikasi-bank.html
  8. http://www.eatonpeabody.com/images/pages/Banking-and_Financial_Institutions.jpg