UJIAN AKHIR TEORI EKONOMI 1

ANALISA INFLASI JAGUNG DAN GULA

 

KELOMPOK 5 (SMAK05-3) :  Agustya Lisdayanti         (20211399)

                                                                  Raycard Destion Daniel (25211919)

                                                                Wanda Anindita              (27211355)

 

Mengukur Inflasi dengan CPI (Consumer Price Index) dan GDP Deflator Jagung di Indonesia

Tahun Harga Eceran  (Rp/ton, dlm ribu) Kuantitas (ton/thn) IHK /CPI Inflasi CPI Nominal GDP Real GDP GDP Deflator Inflasi GDP Deflator
1995 394 8.142.863 1,00  0% 3208288022 3208288022 100 0%
1996 478 9.200.807 1,22 22% 4397985746 3625117958 121 21%
1997 499 8.671.647 1,38 13,11% 4327151853 3416628918 127 4,95%
1998 869 10.110.557 2,41 74,64% 8786074033 3983559458 221 74,01%
1999 1.074 9.204.036 2,92 21,16% 9636625697 3626390184 273 23,53%
2000 930 9.676.899 3,35 14,72% 8999516070 3812698206 236 13,55%
2001 1.231 9.347.192 4,55 35.82% 11506393350 3682793648 312 32,20%
2002 1.317 9.654.105 7,67 68,57% 12714456290 3803717370 334 70,51%
2003 1.533 10.886.442 8,45 10,17% 16688915590 4289258148 389 16,47%

 

 

Mengukur Inflasi dengan CPI (Consumer Price Index) dan GDP Deflator Gula di Indonesia

Tahun Harga Eceran  (Rp/ton, dlm ribu) Kuantitas (ton/thn) IHK /CPI Inflasi CPI Nominal GDP Real GDP GDP Deflator Inflasi GDP Deflator
1995 1578 1075815 1,00 0% 1697636070 1194154650 100 0%
1996 1616 1128836 1,02 -5,9% 1824198976 1253007960 145,59 2,41%
1997 1693 1443518 1,05 2,3% 2443875974 1602304980 152,52 4,76%
1998 3178 1933606 1,88 79,18% 6144999868 2146302660 286,31 87,71%
1999 2762 2246416 0,87 -53,7% 6204600992 2493521760 248,83 -13,09%
2000 3301 2401037 1,2 37,52% 7925823137 2665151070 297,39 19,51%
2001 4182 2497190 1,27 6% 10443248580 2771880900 376,76 26,69%
2002 3792 2547174 0,91 -28,43% 9658883808 2827363140 341,62 -9,33%
2003 4701 2570734 1,24 36,72% 12085020534 2853514740 423,51 23,97%

 

 

 

ANALISA

Terdapat dua indikator untuk mengukur tingkat inflasi di suatu negara yaitu GDP deflator dan CPI (Consumer Price Index). Indikator GDP Deflator menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa, tetapi tidak termasuk barang impor. Sedangkan indikator CPImengukur perubahan tingkat harga barang-barang konsumsi dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga termasuk barang impor.

Dari dua grafik yang telah dijabarkan di atas, maka dapat di tarik analisa sebagai berikut:

Grafik Jagung di atas menunjukkan perbedaan inflasi jagung yang terjadi di Indonesia dari tahun 1995-2003 yang dihitung dengan menggunakan GDP Deflator dan CPI. Inflasi di Indonesia terbilang fluktuatif. Hal ini terbukti dengan menggunakan GDP Deflator, inflasi dapat mencapai titik tertinggi pada tahun 1998 sebesar 74,01% dan titik terendah pada tahun 1997 sebesar 4,95%. Inflasi dengan menggunakan indikator CPI menciptakan titik tertinggi pada tahun 1998 sebesar 74,64% dan titik terendah pada tahun 2003 sebesar 10,17%.

Sedangkan Grafik Gula di atas menunjukkan perbedaan inflasi gula yang terjadi di Indonesia dari tahun 1995-2003 yang dihitung dengan menggunakan GDP Deflator dan CPI. Inflasi di Indonesia terbilang fluktuatif, terbukti dengan menggunakan GDP Deflator, inflasi dapat mencapai titik tertinggi pada tahun 1998 sebesar 87,71% dan titik terendah pada tahun 1997 sebesar -13,09%. Inflasi dengan menggunakan CPI menciptakan titik tertinggi pada tahun 1998 sebesar 79,18% dan titik terendah pada tahun 1999 sebesar -53,7%.

Dari dua data inflasi di atas, Inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998 yang merupakan inflasi akibat adanya krisis moneter yang melanda dunia dan kegoyahan pemerintah Indonesia dikarenakan turunnya Soeharto sebagai presiden.

 

 

Sumber:

http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pek_0607544_chapter1.pdf

http://pse.litbang.deptan.go.id/ind/pdffiles/ART8-4a.pdf

http ://agribisnisfpumjurnal.files.wordpress.com/2012/03/jurnal-vol-5-no-2-zaini.pdf

http://www.bps.go.id/tnmn_pgn.php?kat=3

http://pustaka.litbang.deptan.go.id/bppi/lengkap/0104-JAGUNG.pdf