BAB I

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

A. Pengertian Sistem

Sebelum kita mengenal dan mempelajari apa dan bagaimana sistem perekonomian Indonesia, alangkah lebih baiknya kita mengetahui apa itu sistem. Banyak pendapat para ahli mengenai pengertian dari sistem itu. Kita akan melihat beberapa pendapat ahli seperti berikut :

a. Ludwig Von Bartalanfy

Menurut Ludwig Von Batalanfy, sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur – unsur tersebut dengan lingkungan.

b. Anatol Raporot

Menurut Anatol Raporot, sistem merupakan suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

c. L. Ackof

Menurut L. Ackof, sistem merupakan suatu kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian – bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Dari beberapa definisi ahli di atas, kita bisa mengerti dan menyimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan semua unsur yang saling terkait serta saling mempengaruhi dalam pelaksanaan suatu kegiatan secara bersama – sama agar tercapainya suatu tujuan tertentu.

Kemudian, bagaimanakah ciri – ciri sitem itu sendiri? Ciri – ciri sistem menurut Suroso (1993) adalah :

* Setiap sistem memiliki tujuan.

* Setiap sistem mempunyai ‘batas’ yang memisahkannya dari lingkungan.

* Walau mempunyai batas, sistem tersebut bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi juga dengan lingkungannya.

* Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem yang biasa juga disebut dengan bagian, unsur, atau komponen.

* Walau sistem tersebut terdiri dari beberapa komponen, bagian, atau unsur – unsur, tidak berarti bahwa sistem tersebut merupakan sekedar kumpulan dari dari bagian – bagian, unsur, atau komponen tersebut, melainkan merupakan suatu kebulatan utuh yang padu, atau memiliki sifat ‘wholism’.

* Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik di dalam sistem (intern) itu sendiri, maupun antara sistem dan lingkungannya.

* Setiap sistem melakukan kegiatan atau proses transformasi atau proses mengubah masukan menjadi keluaran. Karena itulah maka sistem sering disebut juga sebagai ‘processor’ atau ‘transformator’.

* Di dalam setiap sistem terdapat mekanisme kontrol dengan memanfaatkan tersedianya umpan balik.

* Karena adanya mekanisme kontrol itu maka sistem mempunyai kemampuan mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan atau keadaan secara otomatik.

B. Perkembangan Sistem Perekonomian

Seiring dengan perkembangannya zaman, sistem perekonomian seluruh dunia pun ikut berkembang. Dahulu, sistem perekonomian itu hanya bersifat barter. Tapi, hal ini mempunyai banyak sekali kekurangan jika terus menerus digunakan. Contohnya tidak mudah kita harus mencari dan menemukan suatu pihak yang mempunyai keinginan dan kebutuhan yang sama. Oleh karena itu, para ahli pun memikirkan mengenai sistem perekonomian apa saja yang lebih dapat membantu dibanding sistem barter ini. Dan sistem perekonomian tersebut antara lain :

1. Sistem Perekonomian Pasar (Liberalisme /  Kapitalisme)

Sistem ini pertama kali decetuskan oleh Adam Smith dalam buku ‘The Theory of Sentiments’ (1759). Paham ini ternyata sesuai dengan pendapat kaum klasik yang memegang paham ‘Laissez Faire’, yang dapat diartikan bahwa mereka ingin mndapat kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi dengan meminimalisasi campur tangan dari pemerintah. Alasan mereka menganut paham tersebut karena menurut mereka, keseimbangan ekonomi/ pasar akan tercipta dengan sendirinya. Lalu apa tugas pemerintah? Dengan kondisi tersebut, Pemerintah mempunyai 3 tugas yang sangat penting menurut Suruso, (1993), yaitu :

* Berkewajiban melindungi negara dari kekerasan dan serangan negara liberal lainnya.

* Melindungi setiap anggota masyarakat sejauh mungkin dari ketidak adilan atau penindasan oleh anggota masyarakat lainnya atau mendirikan badan hukum yang dapat diandalkan.

* Mendirikan dan memelihara beberapa institusi atau saran untuk umum yang tidak dapat dibuat oleh perorangan dikarenakan keuntungan yang di dapat darinya terlalu kecil sehingga tidak dapat menutupi biayanya. Dengan perkataan lain, di luar itu, kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada swasta.

Ciri – ciri sistem perekonomian liberalisme / kapitalisme adalah sebagai berikut :

* Swasta memiliki serta menguasai semua faktor – faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, tanah, dll.

* Desentralisasi adalah sifat pengambilan keputusan ekonomi sistem ini. Artinya  pengambilan keputusan ekonomi akan diambil oleh pemilik faktor produksi dan keputusan itu akan dikoordinir sesuai dengan mekanisme pasar yang sedang berlaku saat itu.

* Sarana untuk memotivasi para pelaku ekonomi adalah dengan memberikan umpan balik dalam bentuk yang utama materi.

2. Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / Sosialis)

Sistem ekonomi ini pertama kali dicetuskan oleh Karl Max. Tahap – tahap ide etatisme /  sosialisme yang sempat muncul ada dua, antara lain :

a. Tahap pertama, yaitu prinsip ekonominya adalah ‘setiap orang memberi (kepada masyarakat) menurut kemampuannya, dan setiap orang menerima sesuai karyanya’ .

b. Tahap pertama itu pun berkembang menjadi ‘setiap orang memberi sesuai dengan kemampuannya, dan setiap orang menerima sesuai dengan kebutuhannya’ atau bisa juga disebut ‘distribusi menurut kebutuhannya’ (Suroso, 1993) .

Ternyata, sistem sosialis ini pun terdiri dari beberapa macam, antara lain :

a. Sistem sosialis pasar, yang mempunyai ciri – ciri :

* Pemerintah / Negara, memiliki serta menguasai seluruh faktor – faktor produksi.

* Mempunyai pengambilan keputusan yang bersifat desentralisasi, yang dikoordinir oleh pasar.

* Sarana Motivasi yang diperuntukan untuk semua pelaku ekonomi yaitu rangsangan berupa material dan moral.

b. Sistem sosialis terencana (komunis) yang mempunyai ciri – ciri :

* Pemerintah / negara memiliki dan menguasai seluruh faktor – faktor produksi.

* Pengambilan keputusan ekonomi mempunyai sifat sentralisasi, yang dikoordinasi secara terencana.

* Sarana Motivasi yang diperuntukan untuk semua pelaku ekonomi yaitu rangsangan berupa material dan moral.

3. Sistem Ekonomi Campuran

Bisa dibilang, sistem ekonomi ini adalah sistem ekonomi yang sangat disukai dan digunakan, karena sistem ini merupakan penggabungan kelebihan dari 2 sistem ekonomi yang telah disebutkan diatas, yaitu liberal dan sosialis. Salah satunya adalah dengan mengikut campur tangan kan pemerintah dalam hal kebebasan pihak swasta dalam kegiatan perekonomiannya.

Dari tulisan di atas pun kita sebenarnya sudah bisa menyimpulkan perbedaan – perbedaan satu sistem ekonomi dengan sistem ekonomi yang lainnya, seperti pada Liberalime / Kapitalisme, pemerintah diminalisasi campur tangannya dalam kegiatan pereknomian. Pada Etatisme / Sosialis, pemerintah justru berkuasa penuh atas faktor – faktor produksi, berbeda sekali dengan Liberalisme / Kapitalisme dimana faktor – faktor produksinya justru dimiliki oleh pelaku swasta. Sedangkan Ekonomi Campuran lebih menekankan bahwa campur tangan pemerintah boleh saja, asal ada batasan dan digunakan dalam suatu keadaan tertentu seperti kebebasan pelaku swasta yang harus diawasi secara aktif oleh pemerintah.

C. Sistem Perekonomian Indonesia

1. Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru

Bung Hatta pernah mengemukakan idenya, bahwa koperasi adalah dasar perekonomian Indonesia yang sejalan dengan cita – cita tolong – menolong (Moh. Hatta dalam Sri Edi Swasono, 1985). Selain itu, Sumitro Djojohadikusumo saat pidatonya di Amerika pada tahun 1949, ia berkata bahwa yang dicita – citakannya adalah sistem ekonomi secara campuran. Tetapi seiring perkembangannya, akhirnya terjadi persepakatan mengenai bentuk ekonomi baru yang di beri nama Sistem ekonomi pancasila dimana terdapat unsur penting yang disebut Demokrasi Ekonomi. Tetapi, walaupun di awal perkembangannya Indonesia menggunakan sistem ekonomi pancasila, Ekonomi Demokrasi, ataupun mungkin campuran, tetapi ternyata sistem liberalis dan etatisme pernah juga dianut oleh Indonesia. Pada awal tahun 1950an sampai tahun 1957, Indonesia sempat menganut paham liberalisme. Sedangkan pada tahun 1960 sampai orse baru, Indonesia pun menganut sistem etatisme.

2. Sistem Demokrasi Ekonomi

Menurut UUD ’45, sistem perekonomian di Indonesia terlihat pada pasal – pasal 23, 27, 33, dan 34. Mengapa Demokrasi Ekonomi akhirnya terpilih sebagai sistem perekonomian yang dianut oleh indonesia? Karena Demokrasi Ekonomi mempunyai ciri – ciri positif (Suroso, 1993) , diantaranya adalah sebagai berikut :

* Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

* Cabang – cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

* Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar – besarnya kemakmuran rakyat.

* Sumber – sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga – lembaga perwakilan rakyat, serta pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga – lembaga perwakilan pula.

* Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

* Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

* Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas – batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

* Fakir miskin dan anak – anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

3. Sistem – Sistem yang Ditentang oleh Perekonomian Indonesia.

Sehubungan dengan terpilihnya sistem ekonomi demokrasi sebagai sistem ekonomi yang dianut Indonesia, maka sistem itu menentang adanya sistem :

a. Free Fight Liberalism

Adalah suatu kondisi dimana terdapat kebebasan usaha yang tidak terkendali. Akibatnya, dapat terjadi eksploitasi kaum ekonomi yang lemah.

b. Etatisme

Adalah suatu kondisi dimana motivasi dan kreasi dari masyarakat agar mereka dapat berkembang dan bersaing secara sehat, terhambat atau mungkin dapat mati karena adanya keikutsertaan pemerintah yang terlalu dominan.

c. Monopoli

Adalah suatu kondisi dimana kekuatan ekonomi berpusat pada satu kelompok tertentu, sehingga konsumen hanya dapat mengikuti apa yang ditentukan oleh kelompok tersebut.

4. Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia Setelah Orde Baru

Seperti yang kita ketahui, sebelum orde baru, sistem ekonomi di Indonesia selalu berganti – ganti. Dengan kondisi yang berganti – ganti itu, keadaan ekonomi Indonesia bukannya membaik, tetapi justru memburuk dengan adanya perpecahan yang terjadi antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Dengan adanya kenyataan seperti itu, maka semua tokoh – tokoh negara sepakat untuk mengembalikan sistem ekonomi di Indonesia menjadi sistem ekonomi yang berdasarkan nilai – nilai UUD ’45. Oleh karena itu, sistem demokrasi dan sistem ekonomi pancasila menjadi tumpuan dan dasar dari segala kegiatan perekonomian yang terjadi di Indonesia. Pada awal orde baru di lakukan rehabilitas, perbaikan yang melingkupi semua sektor tanpa terkecuali. Tujuan adanya rehabilitas  :

a. Menuntaskan dan membersihkan seluruh aspek – aspek kehidupan dari faham dan sistem – sistem perekonomian Indonesia yang dulu.

b. Laju Inflasi yang pada waktu itu pertumbuhannya sangat tinggi, dikendalikan serta diturunkan sehingga pertumbuhan ekonomi tidak terhambat.

D. Para Pelaku Ekonomi

1. Pelaku Ekonomi (Agen – Agen Pemerintah dalam Pembangunan Ekonomi)

Terdiri dari :

a. Sektor Pemerintah

b. Sektor Swasta

c. Koperasi

2. Peranan BUMN dalam sistem perekonomian Indonesia

BUMN memiliki peranan yang penting dalam sistem perekonomian di Indonesia. Selain BUMN berperan dalam menghasilkan barang / jasa dengan tujuan menyejahterahkan dan memakmurkan rakyat, BUMN juga mempunyai peran sebagai pelaksana pelayanan publik, menyeimbangkan kekuatan – kekuatan swasta besar, serta ikut berpartisipasi dalam pengembangan koperas / usaha kecil.

3. BUMN

a. Landasan Konstiutsional

BUMN memiliki landasan konstitusional adalah Pasal 33 UUD 1945

b. Latar Belakang Pendirian BUMN

Ada lima faktor yang melatar belakangi pendirian BUMN, antara lain :

* Dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan negara.

* Menyeimbangkan kekuatan – kekuatan swasta besar.

* Sebagai pelopor dan perintis karena swasta tidak berminat untuk menggelutinya dan mengurusnya.

* Sebagai pelaksana pelayanan publik, serta sebagai pengelola bidang – bidang usaha yang menguntungkan.

* Merupakan hasil dari nasionalisasi perusahaan – perusahaan Belanda, serta dibiayai dari pampasan perang.

c. Bentuk BUMN

Ada tiga bentuk BUMN, yaitu :

* PERJAN

Merupakan suatu bentuk badan usaha dimana semua modal dimiliki oleh pemerintah saja.

* PERUM

Merupakan perubahan dari perjan yang lebih bersifat mencari keuntungan.

* PERSERO

Merupakan suatu badan usaha yang modal pendiriannya berasal dari kekayaan negara, entah sebagian ataupun seluruhnya, dan dipisahkan berupa saham – saham.

d. Maksud dan Tujuan dari kegiatan PERJAN, PERUM, dan PERSERO

* PERJAN

Awal mulanya maskud dan tujuan PERJAN yaitu dikhususkan lebih kepada pelayanan masyarakat, tetapi sayangnya perusahaan ini selalu merugi.

* PERUM

Walaupun status PERUM adalah PERJAN yang diubah, tetapi maksud dan tujuan PERUM berbeda dengan PERJAN, yaitu lebih mencari keuntungan. Tetapi sama seperti PERJAN, PERUM kembali mengalami kerugian.

* PERSERO

Maksud dan tujuan PERSERO seperti menggabungkan PERJAN dan PERUM, yaitu memberi pelayanan kepada umum, serta mencari keuntungan keuntungan.

4. Peranan Koperasi Dalam Perekonomian Indonesia

Koperasi juga memiliki peranan yang penting dalam perekonomian Indonesia. Peranan koperasi dapat dilihat dari tujuan berdirinya koperasi, yaitu :

* Membangun tatanan ekonomi nasional

* Memyejahterakan anggotanya dan masyarakat.

Sumber dan Referensi :

1. http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:2z1-mpqpGuIJ:febriani.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/5612/Pengertian%2BSistem%2B%2526%2BAnalisis%2BSistem.pdf+pengertian+sistem&hl=id&gl=id

2. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1-sistem_perekonomian_indonesia.pdf

3. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21954/4/Chapter%20I.pdf

4. http://umum.kompasiana.com/2009/06/17/latar-belakang-keberadaan-bumn/

5. http://www.managementaccountingsystems.com/92/jenis-jenis-badan-usaha-di-indonesia.htm

6. http://andicarissa.wordpress.com/2011/12/17/peran-koperasi-dalam-perekonomian-indonesia/

7. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://2.bp.blogspot.com/-7oyNlvYRwVI/TcqGA9jVDpI/AAAAAAAAAII/8W0JiVG5hno/s1600/economic%2Bgrowth.jpg&imgrefurl=http://rasz17.blogspot.com/2011/02/sistem-ekonomi-indonesia.html&usg=__trXMq2w0wuiFPzX9QnqrKrSVu2o=&h=400&w=579&sz=73&hl=id&start=6&zoom=1&tbnid=gbdkniOhz3II-M:&tbnh=93&tbnw=134&ei=MUJWT5-iH4LNrQeE4_W0Bw&prev=/search%3Fq%3Dsistem%2Bperekonomian%2Bindonesia%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26biw%3D1024%26bih%3D677%26tbm%3Disch&um=1&itbs=1

8. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=https://raycarddestion.files.wordpress.com/2012/03/africadollarql8.jpg?w=279&imgrefurl=http://abdulmukhlas.blogspot.com/2011/01/ekonomi-liberal.html&usg=__WccAT6uCS-UBtv2k875UqnlXmN4=&h=320&w=298&sz=26&hl=id&start=18&zoom=1&tbnid=MnYS_HTqqWz8DM:&tbnh=118&tbnw=110&ei=YEZWT_SaM8WzrAeO0-2DBw&prev=/search%3Fq%3Dsistem%2Bekonomi%2Bliberalisme%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26biw%3D1024%26bih%3D677%26tbm%3Disch&um=1&itbs=1

9. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http://blog.sunan-ampel.ac.id/vidiagati/files/2010/11/dinar-150×150.png&imgrefurl=http://blog.sunan-ampel.ac.id/vidiagati/2010/11/01/konsep-ekonomi-islam-sebuah-keniscayaan-yang-tertunda/&usg=__jvTH8gTrsSMKzY62_FIky6gPNEQ=&h=150&w=150&sz=48&hl=id&start=8&zoom=1&tbnid=zctjefZ2dDct8M:&tbnh=96&tbnw=96&ei=E0tWT90w0M-tB_zp4ZEH&prev=/search%3Fq%3Dsistem%2Bekonomi%2Bsosialis%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26biw%3D1024%26bih%3D677%26tbm%3Disch&um=1&itbs=1

10. http://www.google.co.id/imgres?imgurl=https://raycarddestion.files.wordpress.com/2012/03/money-bag.jpg?w=300&imgrefurl=http://citrarantika-gunadarma.blogspot.com/2011/02/sistem-ekonomi-campuran.html&usg=__paU1x9Ho48xe8o3Tbtw7FdVJXms=&h=313&w=441&sz=71&hl=id&start=6&zoom=1&tbnid=TcNXdLdIezDXzM:&tbnh=90&tbnw=127&ei=Rk1WT5LwNIm0rAflmeC6Bw&prev=/search%3Fq%3Dsistem%2Bekonomi%2Bcampuran%26um%3D1%26hl%3Did%26sa%3DN%26biw%3D1024%26bih%3D677%26tbm%3Disch&um=1&itbs=1