Pasar Tradisional

Kita sering mendengar mengenai pasar tradisional. Sebenarnya apa itu pasar tradisional? Sebenarnya dalam terminologi ilmu ekonomi, tidak ada yang namanya pasar tradisional. Masyarakat menamai sebuah pasar tradisional karena dalam sistem kerja, serta tempat masih menggunakan cara tradisional. Contohnya seperti pada transaksi, kita diperbolehkan menawar. Dan pada pasar tradisional, tidak menggunakan teknologi canggih seperti mesin kasir yang biasa kita temui di pasar – pasar modern.

Kalo menilik sejarah pasar, pasar tradisional sebenarnya bukanlah hal baru. Pasar ini sudah ada sejak dari jaman sebelum Pemerintahan Indonesia ada. Seperti dilansir dari Indonesian Heritage, Ancient History (1996), pasar tradisional telah berdiri sejak abad ke 10. Pasar tradisional pun ternyata ada dalam prasasti di masa kerajaan Mpu Sindok. Pada jaman tersebut, istilah pasar tradisional lebih dikenal dengan istilah Pkan.

Tapi lihat sekarang. Pasar tradisional sudah mulai tergeser dengan adanya era globalisasi yang lebih mementingkan kemajuan IPTEKnya dengan alasan supaya tidak terlalu rumit. Sebenarnya, ada banyak cara agar pasar tradisional tidak sampai dilupakan oleh masyarakatnya sendiri. Tapi semua kembali kepada masyarakat dan usaha pemerintah itu sendiri. Mau membiarkan pasar tradisional tenggelam bersamaan dengan menguatnya era globalisasi, atau tetap mempertahankannya agar pasar tradisional tetap eksis di tengah – tengah maraknya pasar modern yang semakin bermunculan.

 

Sumber : http://junaidichaniago.wordpress.com/2008/06/23/pasar-tradisional-nasibmu-kini/