A. Pengertian

Ada beberapa pengertian pegadaian, di antaranya adalah sebagai berikut :

1. Sigit Triandaru (2000 : 179)

Menurut Sigit Triandaru, Pegadaian adalah “satu – satunya badan usaha di Indonesia yang secara resmi mempunyai izin untuk melaksanakan kegiatan lembaga keuangan berupa pembayaran dalam bntuk penyaluran dana ke masyarakat atas dasar hokum gadai.”

2. Subagyo (1999 : 88)

Subagyo menyatakan bahwa pergadaian adalah “suatu lembaga keuangan bukan bank yang memberikan kredit kepada masyarakat dengan corak khusus yaitu secara hukum gadai.”

Dari beberapa pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Pegadaian adalah “Lembaga keuangan bukan bank yng mempunyai izin yang dalam menjalankan usahanya berdasarkan hukum gadai.” Perum Pegadaian yang selanjutnya diatur di dalam Peraturan Pemerintah No. 103 Tahun 2000 adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagaimana diatur di dalam Undang – Undang Nomor 9 tahun 1969 yang diberi tugas serta wewenang untuk menyelenggarakan kegiatan usaha menyalurkan uang pinjaman atas dasar hokum gadai dengan maksud dan tujuan sebagai berikut :

a. Turut meningkatkan kesejahtraan masyarakat terutama golongan menengah ke bawah melalui penyediaan dana atas dasar hukum gadai dan jasa di bidang keuangan lainnya berdasarkan ketentuan dan peraturan perundang – undangan yang berlaku.

b. Menghindarkan masyarakat dari gadai gelap, praktek riba dan pinjaman tidak wajar.

B. Asal Mula Gadai di Indonesia

Di Indonesia, kegiatan gadai pertama kali dimulai saat zaman penjajahan Belanda (VOC) dimana waktu itu tugas pegadaian adalah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dengan meminjamkan uang dengan jaminan gadai. Awalnya usaha ini dilakukan pihak swasta, kemudian dijadikan perusahaan Negara menurut Undang – Undang Pemerintah Hindia Belanda pada waktu itu dengan status Dinas Pegadaian.

Pada zaman Kemerdekaan, pemerintah mengambil alih usaha Dinas Pegadaian dan mengubah statusnya hingga menjadi perusahaan Negara Pegadaian yang berdasarkan Undang – Undang No.19 Prp. 1960. Kemudian pada tanggal 11 Maret 1969 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1990, Perjan Pgadaian berubah menjadi Perusahaan Umum Pegadaian. Dan hingga saat ini, lembaga yang melakukan usaha berdasarkan hukum gadai hanya Perum Pegadaian.

C. Barang Jaminan

Ada beberapa kategori yang termasuk barang – barang yang dapat dijadikan jaminan oleh perum pegadaian, di antaranya :

  1. Mesin – mesin
  2. Barang – barang perhiasan
  3. Barang – barang keperluan rumah tangga
  4. Barang – barang berupa kendaraan
  5. Barang – barang elektronik

D. Prosedur  Jaminan

Mengapa orang – orang lebih suka dengan pegadaian? Karena prosedur yang harus ditempuh tidak sulit, cepat, dan biaya yang dikenakan relatif tidak terlalu membebani. Selain itu, Perum Pegadaian tidak terlalu mementingkan untuk apa uang yang akan  dipinjam. Yang terpenting adalah jaminan barang – barang yang akan dijadikan jaminan.

Secara garis besar, prosedur peminjaman uang di Perum Pegadaian adalah sebagai berikut :

  1. Nasabah datang ke bagian informasi untuk mendapatkan informasi tentang pegadaian, misalkan tentang barang jaminan, jumlah pinjaman, jangka waktu pengembalian, dan biaya sewa modal (bunga pinjaman).
  2. Jika sudah jelas, maka dapat langsung membawa barang yang akan dijadikan jaminan ke bagian penaksir untuk dtaksir berapa nilai jaminan yang diberikan.
  3. Si penaksir akan menaksir nilai jaminan yang diberikan,n baik nilai barang tersebut maupun kualitasnya, lalu batulah dapat ditetapkan nilai taksir dari barang jaminan tersebut.
  4. Jika nilai taksir telah ditetapakn, maka selanjutnya akan menetukan jumlah pinjaman beserta sewa modal (bunga) yang akan dikenakan dan kemudian akan diberitahukan kepada calon peminjam.
  5. Setelah mendapat persetujuan dari calon peminjam, maka barang yang dijadikan jaminan akan ditahan untuk disimpan dan nasabah akan memperoleh pinjaman serta surat bukti gadainya.

Lalu untuk proses pembayaran kembali pinjaman, baik itu ketika belum jatuh tempo, ataupun yang sudah jatuh tempo, maka langkah – langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. Pembayaran kembali yang berupa jumlah pinjaman beserta dengan bunganya (sewa modalnya) bisa langsung dilakukan di kasir dengan menunjukan surat bukti gadai yang diperoleh saat meminjam sebelumnya.
  2. Pihak Pegadaian mengembalikan barang jaminan jika pembayaran pinjamannya sudah lunas dan dapat diperiksa kebenaran dan keabsahannya. Jika sudah benar, maka barang jaminannya dapat dibawa pulang.
  3. Jika nasabah sudah punya uang untuk menebus narang jaminannya, maka peminjam bisa langsung menebusnya tanpa melihat apakah sudah jtuh tempo atau belum.
  4. Jika seandainya peminjam tidak dapat membayar pinjamannya, maka barang yang dijadikan jaminan akan dilelang ke masyarakat luas.
  5. Hasil penjualan barang jaminan yang sudah dilelan akan diberitahukan kepada nasabah dan jika uang hasil lelang dari barang jaminan itu setelah dikurangi pinjaman dan biaya – biaya yang lain ternyata masih ada kelebihannya, amak itu akan diberikan kepada nasabah yang mempunya barang jaminan itu.

E. Besarnya Jumlah pinjaman

Besar atau kecilnya jumlah pinjaman itu semua dilihat dari nilai dri barang yang dijadikan jaminan. Semakin besar nilainya, maka semakin besar pula jumlah pinjaman yang dapat dipinjam. Begitupun sebaliknya. Namun biasanya, Pegadaian mempunyai batasan nominal tertentu besar ataupun kecilnya pinjaman. Tergantung dari kebijaksanaan dari Pegadaian yang bersangkutannya.

F. Keuntungan Usaha Gadai

Jika dibandingkan dengan lembaga keuangan yang lainnya, pegadaian mempunyai beberapa keuntungan, di antaranya adalah sebagai berikut :

  1. Pihak pegadaian tidak mempermasalahkan untuk apa uang pinjaman itu digunakan, jadi semua diserahkan secara total kepada nasabahnya.
  2. Persyaratan yang relative sederhana dan tidak rumit menjadikan nasabah lebih mudah untuk memenuhi persyaratan yang diwajibkan.
  3. Waktu untuk memperoleh uang pinjaman yang relative singkat dan cepat, yaitu pada hari itu juga karena prosedur yang tidak rumit dan berbelit – belit.

G. Kegiatan Usaha Pegadaian Lainnya

Selain melayani jasa pinjam – meminjam, kegiatan lain Perum Pegadaian di antaranya adalah :

  1. Memberi krdit
  2. Ikut serta dalam usaha tertentu bekerja sama dengan pihak ketiga.
  3. Melayani usaha taksiran
  4. Melayani jasa penitipan barang.

H. Jenis – Jenis Pergadaian

Secara garis besar, pegadaian mempunyai dua jenis, di antaranya adalah sebagai berikut :

a. Pegadaian Konvensional

Pegadaian Konvensional adalah suatu lembaga keuangan non bank yang memberikan uang pinjaman kepada peminjam berdasarkan hukum gadai. Pegadaian Konvensional pun memiliki kelebihan maupun kekurangan. Kelebihan dari Pegadaian Konvensional adalah karena Pegadaian jenis ini sudah banyak memiliki cabang di daerah – daerah, bahkan sampai di pedesaan sehingga lebih mudah dicari dan dijangkau. Tetapi, Pegadaian Konvensional pun juga memiliki kekurangannya, yaitu :

  1. Tarif jasa penyimpanan yang relatif besar dan mahal
  2. Sisa uang dari hasil pelelangan barang jaminan akan diambil oleh perusahaan tersebut.
  3. Masih menggunakan sistem bunga
  4. Mempunyai biaya administrasi yang relatif lebih besar yaitu 1 % dari uang pinjaman.
  5. Sistem pencatatan dari Pegadaian Konvensional pun masih manual

b. Pegadaian Syariah

Dilihat dari namanya saja, kita bisa menarik pengertian bahwa Pegadaian Syariah adalah suatu lembaga keuangan non bank yang memberikan pinjaman kepada peminjam berdasarkan pada prinspi – prinsip syariah Islam. Ada beberapa kelebihan dari Pegadaian Syariah, antara lain adalah sebagai berikut :

  1. Menggunakan sistem gadai syariah dengan menggunakan pinsip – prinsip Islami.
  2. Biaya administrasi relatif lebih kecil dari Pegadaian Konvensional, yaitu 0,27% dari uang pinjaman.
  3. Menggunakan sisitem bagi hasil
  4. Tarif yang dikenakan atas jasa penyimpanan hanya 0.8% per 10 hari dari nilai taksirannya.

Akan tetapi, Pegadaian Syariah pun tidak lepas dari kekurangan. Adapun kekurangan Pegadaian Syariah adalah sama dengan Pegadaian Konvesional, melakukan pencatatannya masih dengan cara manual.

Sumber :

  1. http://ardian07.wordpress.com/2010/01/04/pegadaian/
  2. http://nanangbudianas.blogspot.com/2013/02/pengertian-dan-jenis-jenis-pegadaian_9.html
  3. https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRT_-z181rsTB-dJF_RaJLVkbig_Hltl1leSpGFmhSURlPj70nxdw
  4. https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSQ3_QHaAbZra6b5JZP0mHDJfhLpaT-RoA5Nk29058xziC9eehV